BROTOWALI (Tinospora crispa (L.) Miers)

Famili : Menispermae

Nama daerah :

Asing : Bitter Grape

Cina   : Shen jin teng

Sifat Kimiawi : Kaya kandungan kimia antara lain : Alkaloid, damar lunak; pati, glikosida; pikroretosid, harsa; zat pahit pikroretin, berberin; Palmatin, kolumbin (akar); kokulin (pikrotoksin).

EFEK FARMAKOLOGIS :

Tumbuhan ini bersifat,

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN :

 

CARA BUDIDAYA :

 

UNTUK MENYEMBUHKAN :

Satu jari batang brotowali di cuci dan di potong‑potong seperluya, di rebus dengan 3 gelas air mcnjadi 1.5 gelas. Setelah dingin di saring, tambah madu secukupmya diminum. Sehari 3 kali ½ gelas.

Dua jari batang brotowali di rebus dengan 2 gelas air sampai menjadi satu gelas. Setelah dingin di minum dengan madu secukupnya. Sehari 2 kali ½ gelas.

Tiga jari batang brotowali, belerang sebesar kemiri. Di cuci dan di tumbuk halus, di remas dengan minyak kelapa seperlunya. Dipakai untuk melumas kulit yang terserang kudis. Sehari 2 kali.

Daun brotowali ditumbuk. Tempelkan, diganti 2 x per hari. Cuci luka dengan air rebusan batang.

1/3 genggam daun sambiloto, 1/3 genggam daun kumis kucing, 6 cm batang brotowali dicuci dan dipotong‑potong, direbus dengan 3 gelas air sampai menjadi 2 gelas. Diminum setelah makan, sehari 2 kali 1 gelas.

Mandi dengan air rebusan sejengkal batang bratawali.

Satu jari batang brotowali di cuci dan dipotong ‑ potong, di rebus dengan 3 gelas air menjadi 1,5 gelas. Diminum dengan madu secukupnya. Sehari 2 kali ½ gelas.

Disusun oleh : Drs. H. Arief Hariana

Exit mobile version