DAUN JINTEN (Coleus Amboinicus Lour)

Famili : Labiatae.

Nama daerah :

Asing : Caraway seed / cumin

Cina   : —

Sifat Kimiawi : kaya kandungan kimia yang sudah diketahui, antara lain : daun :   Kalium, Minyak atsiri 2 % yang mengandung karvakrol, isoprofil‑o‑kresol dan fenol.

EFEK FARMAKOLOGIS :

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN :

CARA BUDIDAYA :

UNTUK MENYEMBUHKAN :

Lima lembar daun segar dicuci bersih lalu dibilas dengan air matang. Daun yang sudah bersih lalu dikunyah perlahan‑lahan, aimya ditelan dan ampasnya dibuang.

Daun segar 7 lembar dicuci bersih lalu dibilas dengan air matang, tumbuk sampai seperti bubur kemudian diperas dan disaring. Aimya diminum dan ampasnya dipakai mcnggosok badan.

Daun segar dicuci bersih lalu dimemarkan kemudian tempelkan di kepala dan pelipis.

Daun segar 10 lembar cuci bersih dan bilas dengan air matang, tumbuk halus seperti bubur, ditambah minyak wijen Minum

Biji jinten 3/4 sendok teh digiling halus, lalu diseduh dengan 1/2 cangkir air panas tambahkan 1 sendok makan madu, aduk sampai merata. Diminum se!agi masih hangat 2 kali sehari.

Daun segar 10 lembar dicuci bersih lalu digiling halus, tambahkan air kapur sirih secukupnya dan diremas sampai merata. Bubur daun tersebut digunakan untuk melumas dan menggosok bagian yang sakit. Lakukan 3 ‑ 4 kali sehari.

Daun 5 lembar,cuci, tumbuk halus, Seduh dengan 3/4 cangkir air panas. Saring, airnya diminum.

Daun jinten 30 lembar, ngokilo 10 lembar, lenglengan 25 lembar, sambiloto 40 lembar, meniran 8 sirip, guna enau 3 jari. Cuci dan dipotong‑potong seperlunya lalu direbus dengan 4 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin, disaring lalu diminum. Sehari 3 x 3/4 gelas.

Daun jinten dimasak dengan sop ayam, makan seluruhnya.

Seluruh tanaman direbus bersama tanaman obat yang lain.

Exit mobile version