Gejala dan Manfaat serta Bahaya Ketosis

Gejala dan manfaat serta bahaya ketosis yang perlu kita ketahui bersama. Ketosis adalah proses metabolisme di mana tubuh kehabisan cadangan karbohidrat untuk dijadikan energi, sehingga mengambil cadangan lemak di tubuh sebagai sumber energi, ia juga punya sejumlah manfaat, tetapi juga memiliki bahaya yang tidak boleh diabaikan.

Ketosis terjadi ketika tubuh memecah lemak yang tersimpan di dalam tubuh menjadi  keton. Keton dilepaskan ke dalam darah dan digunakan oleh otak serta tubuh sebagai sumber energi. Ketosis umumnya dialami oleh orang yang menjalani diet keto atau diet rendah karbohidrat serta puasa intermiten.

Hal tersebut dapat terjadi saat Anda membatasi asupan karbohidrat, memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung lemak sehat dan protein, serta berolahraga secara rutin. Berikut gejala dan manfaat serta bahaya ketosis bagi tubuh.

Gejala Ketosis 

Proses ketosis terjadi setelah 2–4 hari Anda membatasi konsumsi karbohidrat menjadi 20–50 gram per hari. Selain itu, beberapa faktor juga akan memengaruhi seberapa lama ketosis dapat terjadi. Faktor tersebut diantaranya adalah usia, asupan lemak dan protein, aktivitas, metabolisme, kualitas tidur, dan tingkat stres. 

Ketosis ditandai dengan sejumlah gejala yang sering kali muncul, seperti: 

Manfaat Ketosis

Banyak orang yang tertarik dengan ketosis karena tahu ada sejumlah manfaat ketosis bagi kesehatan. Manfaat tersebut di antaranya adalah:

1. Menurunkan berat badan

Manfaat ketosis yang paling dikenal masyarakat luas adalah membantu menurunkan berat badan. Manfaat ini umumnya diperoleh oleh orang yang menjalani diet keto dan diet rendah karbohidrat. 

Ini karena pelaku kedua diet tersebut sangat membatasi asupan karbohidrat sehingga lemak yang tersimpan di dalam tubuh menjadi berkurang karena harus diolah menjadi sumber energi. Efeknya, lemak di perut akan terkikis dan berat badan menjadi turun. 

2. Mengontrol kadar gula darah

Karena asupan karbohidrat yang masuk ke tubuh berada dalam jumlah yang rendah, ketosis mampu menurunkan kadar gula darah dan insulin. Selain itu, Penelitian mengungkap bahwa efek ketosis dari diet keto bermanfaat dalam mengontrol kadar gula darah penderita diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2

Sayangnya, menjalani diet keto dalam jangka panjang bukanlah hal yang mudah sehingga pola makan ini kurang pas untuk dijalani penderita diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. 

3. Meningkatkan konsentrasi

Efek dari ketosis yang menguntungkan adalah membuat Anda menjadi lebih berenergi dan fokus terhadap sesuatu yang sedang dikerjakan. Hal ini, tidak terlepas dari manfaat ketosis dalam mengendalikan kadar gula darah. Ketika kadar gula darah lebih terkontrol, Anda akan memiliki konsentrasi atau fokus yang lebih baik. 

Namun, ada cara lain yang perlu Anda terapkan untuk meningkatkan fokus, yaitu menerapkan pola hidup sehat dengan beristirahat yang cukup serta berolahraga secara rutin.  

4. Mencegah munculnya jerawat

Ketosis membawa manfaat bagi kesehatan kulit, salah satunya adalah mengurangi atau mencegah munculnya jerawat. Selain itu, manfaat ketosis ini dapat diperoleh berkat kemampuan ketosis dalam mengontrol kadar gula darah. Sehinga, ketika kadar gula darah terkontrol dengan baik, produksi minyak berlebih pada kulit bisa ditekan. Hal ini membuat kulit tidak rentan untuk berjerawat

5. Mengurangi kejang epilepsi

Diet keto bisa membantu mengurangi kejang epilepsi. Ini karena efek ketosis dari program diet keto mampu menghasilkan senyawa keton yang dapat digunakan otak sebagai sumber energi.

Dengan demikian, aktivitas listrik di otak menjadi lebih stabil sehingga mampu mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan kejang pada penderita epilepsi.  

Bahaya Ketosis 

Meski membawa sejumlah manfaat untuk kesehatan, ketosis juga memiliki bahaya yang tidak boleh diabaikan. Bahayanya muncul ketika ketosis dilakukan dalam jangka waktu yang lama, yaitu: 

Ketosis memang membawa manfaat bagi kesehatan tetapi Anda juga harus tahu ada pula bahaya yang mengintai dari kondisi ini. Apalagi, jika Anda menderita penyakit tertentu atau sedang mengonsumsi obat, seperti obat diabetes. Penderita diabetes rentan mengalami hipoglikemia akibat terlalu rendahnya kadar glukosa dalam darah. 

 

Sumber: alodokter

Dilihat: 55 kali

Exit mobile version