KEJI BELING (Strobilanthes crispus Bl)

Keji BelingFamili : Acanthaceac.

Nama daerah :

Jakarta    : Daun picah beling

Jawa tgh : Daun keji beling

                 : enyoh kelo           

Asing : Fenugreek.

Cina   : —

SIFAT KIMIAWI :

EFEK FARMAKOLOGIS :

BAGIAN  TANAMAN YANG DIGUNAKAN :

CARA BUDIDAYA :

UNTUK MENYEMBUHKAN :

Daun segar 25 gram dicuci bersih lalu direbus dengan 2 gelas air bersih selama 15 menit. Setelah dingin disaring lalu minum sekaligus. Lakukan pada pagi atau siang hari.

Segenggam daun keji beling dan 1 tongkol jagung muda dicuci, lalu direbus dengan 2 liter air bersih sampai tersisa 1 liter. Setelah dingin disaring, lalu diminum. Lakukan pagi dan sore hari, masing-masing  I/2 gelas.

Daun keji beling  segar 5 lembar, daun ungu segar 7 lembar, dicuci bersih lalu di rebus dengan 3 gelas air sampai sisa 2 gelas Minum seperti teh.

Daun segar 20 ‑ 50 gram, direbus dengan 6 gelas air sampai tersisa 3 gelas, dinginkan, disaring. Minum 3 kali 1 gelas per hari.

Daun keji Beling 50 gram, meniran segar 7 batang, daun ungu 7 lembar. Dicuci dulu direbus dengan 4 gelas air sampai menjadi 2 gelas dinginkan, saring, minum 3 kali 2/3 gelas per hari.

ATAU

Daun keji beling 5 lembar, daun tempuyung segar 5 lembar tongkol jagung 6 buah, dicuci lalu direbus dengan 5 gelas air bersih sampai tersisa 2 ¼ gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 3 kali minum, habis dalam sehari. Lakukan setiap hari sampai rasa sakit menghilang.

Ambil 1/2 genggam daun keji beling segar, cuci bersih lalu direbus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas.

Setelah dingin disaring lalu diminum.

Daun segar 20 ‑ 50 gram, direbus dengan 6 gelas air sampai tersisa 3 gelas, dinginkan, saring. Minum 3 kali 1 gelas per hari.

 

Repost dari tanggal 3 Mei 2017

Exit mobile version