Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus)

Famili : Labiatae atau Lamiaceae.

Nama daerah :

      Jawa Tengah   : Remujung

      Melayu           : Kumis kucing

      Sunda            : Kumis ucing

      Madura           : Soengot koceng.

Asing : Cats whiskers

Cina   : Mao xu cao

Sifat Kimiawi : Tumbuhan ini kaya dengan kandungan kimia yang sudah diketahui, antara lain : zat samak, minyak atsiri, orthosiphonglikosida, minyak lemak , saponin, sapofonin, garam kalium (0,6‑3,5%) , myoinositol, rasa agak asin, agak pahit dan sepet.

 

EFEK FARMAKOLOGIS :

Tumbuhan ini bersifat :

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN :

CARA BUDIDAYA :

UNTUK MENYEMBUHKAN :

Batu dalam kandung kemih 5 ‑ 10 helai daun kumis kucing direbus dengan Setengah gelas air dan minum 2 kali sehari.

4 ‑ 7 helai daun kumis kucing, 7 tanaman meniran, rebus dengan 2 gelas air hingga tinggal setengahnva, minum 3 kali sehari.

Segenggam daun kumis kucing, sejempol kunyit, 7 helai daun ungu, 2 siung bawang putih. Digiling, ditambah sepotong kayumanis. Rebus dalam 1,5 liter air hingga tinggal setengahnya. Minum air rebusan itu 2 kali sehari.

4‑5 helai daun kumis kucing. 4 ‑ 5 tanaman meniran. rebus dengan air bersih hingga tinggal setengah bagian. Minum beberapa kali sehari.

Untuk 1 s/d 5, tanaman kumis kucing sebanyak 30‑60 gr (kering) atau 90‑120 gr (basah) direbus dan minum. atau daun basah / kering diseduh sebagai teh.

Kumis kucing. Planto asiatica (daun urat) dan Hedyotis diffusa (rumput lidah ular) semuanya direbus,

airnya diminum

Kumis kucing, meniran ( Phyllanthus urinaria), Commelina communis, masing‑masing 30 gram, Direbus dan minum.

Daun kumis kucing 1 genggam, beluntas 1 genggam, jintan hitam 1 sendok teh dan kemukus 10 biji, direbus dan minum 2 kali sehari.

Dikutip dari presentasi Drs. H. Arief Hariana

Exit mobile version