LIDAH BUAYA (Aloe Vera L / Aloe Barbandensis)

Famili : Liliaceae.

Nama daerah :

Asing :

Cina   : Lu hui

Sifat Kimiawi : Tumbuhan ini kaya kandungan kimia yang sudah diketahui antara lain : Aloin, Barbaolin, isobarbaloin, aloe-imodin, aloenin dan aloesin.

 

URAIAN TANAMAN: Tumbuh liar di tempat yang berhawa papas atau ditanam orang di pot dan pekarangan rumah sebagai tanaman hias. Daunnya agak runcing berbentuk taji, tebal, getas, tepinya bergeri­gi/berduri kecil, permukaan berbintik-bintik, panjang 15 cm – 36 cm, lebar 2 cm – 6 cm, bunga bertangkai yang pan­jangnya 60 cm – 90 cm, bunga berwarna kuning kemerahan (jingga). Banyak di Afrika bagian Utara, Hindia Barat.

EFEK FARMAKOLOGIS :

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN :

CARA BUDIDAYA :

UNTUK MENYEMBUHKAN :

1 lembar lidah buaya, dicuci bersih. Buang durinya, potong-potong. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1,5 gelas. Minum 3 kali @ 0,5 gelas .

Ambil daun lidah buaya, kupas, ambil dagingnya, oleskan pada kulit yang terkena api, minyak goreng.

1/2 lembar lidah buaya, dicuci bersih. Buang durinya, cuci, isi dicincang, tambah ½ gelas air panas, dan 1 sendok makan madu, aduk dan disaring. Hangat-hangat dimakan 2 kali sehari.

Bunga kering 10-15 gr. Direbus, saring, minum airnya.

Daun sepanjang 15 – 18 cm direbus, tambah gula, diminum.

Bunga lidah buaya, tambah daging direbus, tambah gula,minum airnya.

Akar kering 15-30 gr direbus, saring, minum airnya.

Daun lidah buaya 15-30 gr diperas. Tambah air beras secukupnya, tambah 30 gr gula, minum.

1/2 lembar lidah buaya, dicuci bersih. Buang durinya, cuci, diparut. Tambah ½ gelas air matang, dan 2 sendok makan madu, aduk dan disaring. Minum 3 kali sehari.

Dikutip dari presentasi Drs. H. Arief Hariana

Exit mobile version