Manfaat Garut untuk Kesehatan Tubuh

Manfaat garut untuk kesehatan tubuh belum banyak yang mengetahuinya. Garut adalah umbi-umbian yang bisa menjadi sumber karbohidrat alternatif selain nasi, singkong, atau kentang. Di Indonesia, garut sering diolah dengan cara direbus, dikukus, atau menjadi bubur dan campuran. Meski begitu, garut tetap perlu dikonsumsi dengan cara yang tepat agar manfaatnya bisa diperoleh dengan maksimal.

Garut atau yang juga dikenal sebagai arrowroot merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang berasal dari tanaman Maranta arundinacea. Umbi ini memiliki bentuk lonjong dengan kulit berwarna putih kecokelatan atau krem.

Selain mengandung karbohidrat, garut juga mengandung berbagai nutrisi, seperti serat, zat besi, fosfor, vitamin C, asam folat, dan antioksidan yang sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh.

Manfaat Garut untuk Kesehatan Tubuh

Berikut ini adalah beberapa manfaat garut untuk kesehatan tubuh yang sayang bila dilewatkan:

1. Sumber energi tubuh

Garut mengandung pati yang merupakan karbohidrat kompleks. Setelah dikonsumsi, pati ini akan diubah tubuh menjadi glukosa sebagai sumber energi utama. Ini artinya, makan garut bisa membantu tubuh tetap bertenaga untuk menjalani aktivitas sehari-hari, seperti belajar, bekerja, atau berolahraga. 

Selain itu, karena kandungan patinya cukup tinggi, garut juga bisa membuat Anda merasa kenyang lebih lama dan cocok sebagai pilihan camilan sehat atau pengganti nasi.

2. Menjadi alternatif makanan bebas gluten

Garut secara alami tidak mengandung gluten, yaitu jenis protein yang bisa menyebabkan gangguan pencernaan pada sebagian orang, terutama penderita penyakit celiac atau intoleransi gluten, sehingga dapat menjadi alternatif sumber karbohidrat bagi Anda yang perlu menjalani pola makan bebas gluten.

Dengan begitu, Anda bisa menikmati garut atau olahan lain berbahan dasar garut tanpa khawatir mengalami reaksi alergi atau gangguan pencernaan akibat gluten. 

3. Mendukung kesehatan pencernaan

Pati dalam garut termasuk jenis pati yang dapat difermentasi oleh bakteri baik di usus besar. Proses ini menghasilkan asam lemak rantai pendek yang bermanfaat untuk sistem pencernaan, mulai dari menjaga keseimbangan flora usus, memperkuat dinding saluran cerna, dan meningkatkan penyerapan air serta mineral. 

Nah, karena itu, mengonsumsi garut secara rutin dan dalam porsi yang tepat, hal itu bisa membantu melancarkan buang air besar, mengurangi risiko sembelit, dan menjaga kesehatan sistem pencernaan secara menyeluruh.

4. Membantu menjaga kadar gula darah

Berkat kandungan karbohidrat di dalamnya, garut sangat baik dikonsumsi oleh penderita diabetes. Hal ini karena kandungan karbohidrat dari garut dicerna tubuh secara perlahan, sehingga lonjakan gula darah setelah makan tidak terlalu tinggi. 

Meski demikian, penderita diabetes tetap harus mengontrol asupan garut sesuai saran dokter atau ahli gizi, agar kadar gula darah tetap stabil dan tidak melebihi batas aman.

5. Melindungi sel tubuh dari stres oksidatif

Selain kaya pati, garut juga mengandung antioksidan, seperti quercetin dan kaempferol. Senyawa ini dapat membantu tubuh melawan radikal bebas yang bisa merusak sel dan jaringan tubuh, sehingga membantu menjaga daya tahan tubuh, memperlambat proses penuaan sel, dan menurunkan risiko penyakit kronis. 

Garut umumnya diolah dengan cara dikukus atau direbus. Agar aman dan manfaatnya makin maksimal, cuci garut hingga bersih terlebih dahulu. Setelah itu, kupas kulitnya, lalu rebus atau kukus hingga benar-benar matang. Langkah ini membantu mengurangi kuman berbahaya dari tanah atau penyimpanan yang dapat menyebabkan berbagai penyakit.

Meski memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, tetapi ingat, mengonsumsi garut saja tidak bisa menjadi pola makan sehat. Pastikan Anda tetap mengonsumsi makanan bergizi lainnya dan mengimbanginya dengan rutin berolahraga dan minum banyak air putih. 

Pada sebagian kecil kasus, garut terkadang bisa menyebabkan alergi. Kondisi ini umumnya ditandai dengan gatal-gatal di seluruh tubuh, muntah, sesak napas, dan pembengkakan pada wajah, mulut, bibir, lidah, dan tenggorokan.

 

Sumber artikel: Alodokter.com

Sumber gambar: Google

Dilihat: 2 kali

Exit mobile version