Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Keracunan Makanan

Kasus keracunan makanan masih kerap ditemui di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia. Kebanyakan kasusnya disebabkan oleh kebiasaan jajan sembarangan di pinggir jalan. Gejala keracunan makanan juga biasanya tidak langsung muncul setelah makan, sehingga banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka telah sakit. Namun jika tidak segera diberikan pertolongan pertama, keracunan makanan dapat berakibat fatal. Pelajari cara mengatasi keracunan makanan di bawah ini sebelum terlambat.

 

Tanda-tanda keracunan makanan

Penyebab keracunan makanan yang paling umum adalah bakteri, meski juga bisa disebabkan oleh jamur, parasit, atau virus. Kuman-kuman tersebut akhirnya ikut tertelan bersama makanan dan masuk ke dalam saluran pencernaan kita, lalu menghasilkan gejala.

Sayangnya, kuman penyebab keracunan butuh waktu yang cukup lama untuk berkembang biak dalam tubuh sehingga biasanya gejalanya tidak langsung muncul.

Berikut adalah beberapa tanda dan gejala keracunan makanan yang harus segera diberi pertolongan pertama:

Cara mengatasi keracunan makanan akan disesuaikan oleh penyebabnya. Sebab beda kuman, beda pula cara pengobatannya. Namun, sebagian besar kasus keracunan makanan dapat sembuh sendiri dan tidak memerlukan pengobatan medis khusus.

Pertolongan pertama mengatasi keracunan makanan pada orang dewasa

1. Tangani gejala mual dan muntahnya

Dalam 6-48 jam setelah mengonsumsi makanan, kemungkinan Anda akan mengalami mual dan muntah-muntah.

Berikut adalah pertolongan pertama keracunan makanan yang gejalanya berupa mual dan muntah:

2. Cegah dehidrasi

Penderita keracunan makanan segera diberi pertolongan pertama sebelum benar-benar menunjukkan gejala dehidrasi. Dehidrasi bisa menyebabkan pingsan, dan yang parah bisa menyebabkan kerusakan organ tubuh mengarah pada kematian.

Berikut adalah pertolongan pertama untuk mencegah dehidrasi karena keracunan makan:

Pertolongan pertama untuk anak yang keracunan makanan

Penanganan darurat untuk anak yang keracunan makanan sedikit berbeda dengan orang dewasa. Dalam kebanyakan kasus, kondisi anak akan membaik sendirinya tanpa perawatan. Akan tetapi jika gejala muntah dan buang-buang airnya tidak juga mereda, lakukan pertolongan pertama berikut untuk mencegah dehidrasi akibat keracunan makanan:

1. Untuk bayi

Untuk bayi, langsung berikan apa pun yang biasa dikonsumsinya. Misalnya ASI atau susu formula. Berikan ASI lebih sering dan lebih lama dari biasanya. Anda juga bisa memberi bayi Anda minuman elektrolit dari oralit mengikuti takaran dokter sesuai berat badan.

2. Untuk anak yang usianya sudah lebih besar

Pertolongan pertama untuk keracunan makanan pada anak-anak adalah dengan memberikan mereka cairan lebih banyak. Anda bisa beri mereka air mineral, jus tanpa gula, atau atau es batu yang diisap.

Pertolongan pertama karena keracunan makanan harus segera ditindaklanjuti apabila anak Anda tidak bisa menahan muntah atau menunjukkan tanda-tanda dehidrasi. Segera bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut dari dokter.

 

Sumber : https://hellosehat.com/hidup-sehat/pertolongan-pertama/pertolongan-pertama-keracunan-makanan/

Exit mobile version