
Nurul Fitriyah dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia melakukan riset pada Januari 2012. Nurul membuktikan bahwa ekstrak rimpang jahe merah mampu meningkatkan kepadatan tulang dan mencegah penyakit artritis reumatoid (AR) atau rematik autoimun. Nurul menguji coba ekstrak etanol jahe merah pada hewan percobaan tikus putih betina.
Hasil riset memperlihatkan tikus betina yang mengonsumsi ekstrak jahe merah 56 mg/200 g bobot tubuh memiliki volume udem atau telapak kaki hanya 30,2 mikroliter sementara kontrol negatif mencapai 37,5 mikroliter. Semakin kecil volume udem, maka penghambatan rematik semakin kuat. Untuk kalsium, dosis 14 mg/200 g bb berkadar hingga 0,1241 mg/mg, sementara kontrol negatif hanya 0,1027 mg/mg. Itu artinya kepadatan tulang tikus betina yang diberi perlakuan lebih baik dibanding kontrol.
