Tips Aman Mengolah Ikan Bakar Tanpa Risiko Kanker

Mengonsumsi ikan bakar yang sehat dimulai dari cara pengolahannya. Sebab, mengonsumsi ikan dibakar yang diolah dengan cara yang salah dapat meningkatkan beberapa risiko gangguan kesehatan.

Bagi Sebagian orang, ikan yang dibakar memang terasa lebih lezat dibanding digoreng atau dikukus. Selain itu, ikan bakar tidak mengandung tambahan kalori dan lemak karena dimasak tanpa minyak.

Namun, ikan bakar memiliki beberapa risiko bagi kesehatan. Oleh karena itu, dianjurkan untuk memperhatikan cara pengolahan ikan bakar yang baik, mulai dari sebelum hingga setelah dibakar.

Risiko Mengonsumsi Ikan Bakar

Ikan bakar yang belum matang sepenuhnya dapat mengandung bakteri, seperti E.coli dan Salmonella penyebab diaremuntah, dan sakit perut.

Selain itu, saat ikan dibakar pada suhu tinggi, protein pada daging ikan yang bereaksi terhadap panas dan membentuk heterocyclic amines (HCAs) dapat menyebabkan mutasi DNA dan memicu kanker.

Lemak ikan yang jatuh menetes ke arang dan terbakar pun akan menimbulkan asap. Asap dari pembakaran ini sendiri mengandung polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs), yang jika mengepul ke atas dan terserap ke dalam daging ikan, dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker.

Cara Pengolahan Ikan Bakar yang Sehat

Berikut ini adalah cara-cara mengolah ikan bakar yang aman bagi kesehatan:

1. Sebelum membakar ikan

Beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum membuat ikan bakar sehat antara lain:

2. Saat membakar ikan

Anda juga harus memperhatikan beberapa hal berikut ini saat proses pembakaran ikan berlangsung:

3. Setelah membakar ikan

Setelah membakar ikan, perhatikan juga beberapa hal berikut:

Untuk menyantap ikan bakar sehat, buang bagian yang gosong. Tambahkan juga sayuran ke dalam menu, karena sayuran yang dibakar tidak membentuk HCA.

Dengan mengolah ikan bakar sehat secara tepat, diharapkan kandungan nutrisi dalam ikan tetap terjaga dan bisa terhindar dari risiko akibat proses pembakaran. Jika Anda mempunyai pertanyaan seputar cara mengolah makanan yang tepat maupun saran menu sehat yang tepat, Anda dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter.

 

Sumber : Alodokter.com

Exit mobile version