Waspada! Penyelewengan Ruqyah

Saudaraku seiman seakidah yang berbahagia dimanapun anda berada, telah menjadi kewajiban kita bersama untuk saling nasehat-menasehati dalam kebenaran dan kesabaran (tawashau bilhaqqi watawashau bisshobri).

Sehubungan dengan maraknya ruqyah di indonesia dan banyaknya pertanyaan tentang bagaimana caranya kita membedakan yang boleh (syar’iyyah) dan yang tidak boleh (syirkiyyah) maka di sini penulis sampaikan tentang ciri-ciri ruqyah yang syirkiyyah (yang mengandung penyekutuan terhadap Allah, baik yang yang disadari oleh pelakunya atau tidak) dan hendaknya kita menghindari untuk mendatanginya karena hal itu terlarang dalam Islam.

Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ: Barangsiapa mendatangi dukun (atau yang sejenisnya) kemudian menanyakan tentang sesuatu maka sholatnya tidak diterima selama empat puluh hari. (H.R, Muslim) Adapun ciri-ciri ruqyah syirkiyyah menurut syekh Wahid Abdussalam Bali dan ulama yang lainnya adalah sebagai berikut:

Mungkin kita pernah menjumpai orang yang bukan dukun dan tidak tahu tentang sihir, tetapi mungkin ia melakukan kebid’ahan, mengeramatkan kuburan dan sebagainya, tiba-tiba muncul sesuatu yang luar biasa pada dirinya, seperti ucapan mujarab, bisa mengobati tanpa belajar dan kesan kelebihan lainnya. Waspadalah, ini bukan keajaiban, namun permainan dan bantuan syaithan agar ajarannya tampak bagus dan menakjubkan di mata orang. Wallahu A’lam.

Exit mobile version