
/// Pertama : Anti nyamuk bakar menghasilkan asap yang diyakini dapat mengusir nyamuk, namun ada kecurigaan bahwa asap tersebut juga dapat meningkatkan kejadian ISPA, seperti batuk dan sesak pada anak. Tetapi hingga kini belum diperoleh bukti yang kuat mengenai efek tersebut. Antinyamuk elektrik memiliki efek yang hampir sama dengan antinyamuk bakar; menghasilkan asap, hanya saja tidak terlihat. Antinyamuk semprot menghasilkan partikel aerosol yang bersifat sebagai racun kontak bagi nyamuk.
/// Kedua umumnya kandungan zat aktif dalam ketiga jenis antinyamuk tersebut sama, yaitu insektisida. Ada bermacam-macam insektisida yang terkandung dalam antinyamuk yang saat ini beredar, antara lain propoxur, dichlorvos, chlorpyrifos, dan turunan pyrethroid (seperti pyrethrine, d-allethrine, dan transfluthrine). Propoxur, dichlorvos, dan chlorpyrifos mempunyai daya racun yang lebih tinggi daripada turunan pyrethroid.
/// Propoxur, jika terpapar dalam jumlah besar dapat menurunkan aktivitas kolinesterase (enzim yang berperan dalam transmisi impuls saraf), sehingga menimbulkan gejala keracunan seperti pandangan kabur, keluar keringat berlebih, pusing, mual, muntah, diare, dan sesak nafas.
/// Dengan di”karantina” selama 2 minggu dan pemberian herba zaytun dan madu hutan khusus berkadar air 17 % ALHAMDULILLAH atas izinNYA sang dede bayi hari ke16 kembali normal
