“Tabungan” Racun Makanan Di Sekeliling Kita

oleh : Nursiami Rahmat Prihantoro / Rahmat Bekam
(dari berbagai sumber)

Ketika saya utarakan bahwa tubuh kita berpotensi menabung racun yang kelak bisa membahayakan seluruh fisik kita dikemudian hari, ada beberapa peserta yg kaget ‘ah masa sih pak rahmat ?’ begitu kata salah seorang peserta bertanya di pelatihan di suatu event yang kami adakan. Sedikit akan saya uraikan, sesungguhnya ada zat tambahan yang terkandung dalam makanan. Pada masa kini lebih banyak terkandung yang sintetik dari pada yang alami, dan itu jarang sekali kita ketahui jenis dan macamnya serta ukurannya. Adapun macam zat dan akibat penyakit yang ditimbulkan akan kita uraikan pada empat jenis zat aditif, diantaranya :

 1. Pengawet

Zat aditif sintetik ini berasal dari bahan-bahan kimia ini terkadang turut dicampurkannya dari bahan-bahan yang sangat tidak layak untuk dikonsumsi oleh manusia seperti halnya formalin yang biasa dipakai untuk mengawetkan benda-benda, seperti mayat atau binatang yang sudah mati. Pemakaian pengawet untuk mengawetkan makanan, seperti bakso, ikan asin, tahu, dan makanan jenis lainya dapat menimbulkan resiko kesehatan.

Ada juga jenis pengawet lain yang berbahaya seperti boraks. Dari asalnya,boraks hanya boleh digunakan untuk industri nonpangan, seperti dalam pembuatan gelas, industri kertas, pengawet kayu dan keramik.

2. Pewarna

3. Pemanis

Pemanis buatan sifatnya tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia sehingga tidak berfungsi sebagai sumber energi. Pemanis buatan memiliki tingkat kemanisan yang lebih tinggi dibandingkan pemanis alami. Garam-garam siklamat memiliki kemanisan 30 kali lebih tinggi dibandingkan kemanisan sukrosa. Namun, kemanisan kemanisan garam natrium dan kalsium dari sakarin memiliki kemanisan 800 kali dibadingkan dengan kemanisan sukrosa 10%. Bayangkan jika rasa manis itu mengendap dalam tubuh manusia?

4. Penyedap Rasa

Exit mobile version