tabungan racun

“Tabungan” Racun Makanan Di Sekeliling Kita

oleh : Nursiami Rahmat Prihantoro / Rahmat Bekam
(dari berbagai sumber)

Ketika saya utarakan bahwa tubuh kita berpotensi menabung racun yang kelak bisa membahayakan seluruh fisik kita dikemudian hari, ada beberapa peserta yg kaget ‘ah masa sih pak rahmat ?’ begitu kata salah seorang peserta bertanya di pelatihan di suatu event yang kami adakan. Sedikit akan saya uraikan, sesungguhnya ada zat tambahan yang terkandung dalam makanan. Pada masa kini lebih banyak terkandung yang sintetik dari pada yang alami, dan itu jarang sekali kita ketahui jenis dan macamnya serta ukurannya. Adapun macam zat dan akibat penyakit yang ditimbulkan akan kita uraikan pada empat jenis zat aditif, diantaranya :

 1. Pengawet

  • Formalin : kanker paru-paru, gangguan pada alat pencernaan, penyakit jantung, dan merusak sistem syaraf.
  • Boraks : mual, muntah, diare, penyakit kulit, kerusakan ginjal, serta gangguan pada otak dan hati.
  • Natamysin : mual, muntah, tidak nafsu makan, diare, dan perlukaan kulit.
  • Kalium asetat : kerusakan fungsi ginjal.
  • Nitrit dan nitrat : keracunan, mempengaruhi kemampuan sel darah membawa oksigen ke berbagai organ tubuh, sulit bernapas, sakit kepala, anemia, radang ginjal, dan muntah-muntah.
  • Kalsium benzoate : memicu terjadinya serangan asma.
  • Sulfur dioksida : perlukaan lambung, mempercepat serangan asma, mutasi genetik, kanker dan alergi.
  • Kalsium dan natrium propionate : penggunaan melebihi angka maksimum tersebut bisa menyebabkan migren, kelelahan, dan kesulitan tidur.
  • Natrium metasulfat : alergi pada kulit.

Zat aditif sintetik ini berasal dari bahan-bahan kimia ini terkadang turut dicampurkannya dari bahan-bahan yang sangat tidak layak untuk dikonsumsi oleh manusia seperti halnya formalin yang biasa dipakai untuk mengawetkan benda-benda, seperti mayat atau binatang yang sudah mati. Pemakaian pengawet untuk mengawetkan makanan, seperti bakso, ikan asin, tahu, dan makanan jenis lainya dapat menimbulkan resiko kesehatan.

Ada juga jenis pengawet lain yang berbahaya seperti boraks. Dari asalnya,boraks hanya boleh digunakan untuk industri nonpangan, seperti dalam pembuatan gelas, industri kertas, pengawet kayu dan keramik.

2. Pewarna

  • Rodhamin B (pewarna tekstil) : kanker dan menimbulkan keracunan pada paru-paru, tenggorokan, hidung, dan usus.
  • Tartazine : meningkatkan kemungkinan hyperaktif pada masa kanak-kanak.
  • Sunset yellow : menyebabkan kerusakan krusakan kromosom.
  • Ponceau 4r : anemia dan kepekatan pada hemoglobin.
  • Carmoisine : (merah) menyebabkan kanker hati dan menimbulkan alergi.

3. Pemanis

  • Siklamat : kanker (karsinogenik).
  • Sakarin : infeksi dan kanker kantong kemih.
  • Aspartam : gangguan saraf dan tumor otak.
  • Semua pemanis buatan : mutagenetik.

Pemanis buatan sifatnya tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia sehingga tidak berfungsi sebagai sumber energi. Pemanis buatan memiliki tingkat kemanisan yang lebih tinggi dibandingkan pemanis alami. Garam-garam siklamat memiliki kemanisan 30 kali lebih tinggi dibandingkan kemanisan sukrosa. Namun, kemanisan kemanisan garam natrium dan kalsium dari sakarin memiliki kemanisan 800 kali dibadingkan dengan kemanisan sukrosa 10%. Bayangkan jika rasa manis itu mengendap dalam tubuh manusia?

4. Penyedap Rasa

  • Mononatrium glutamat dan monosodium glutamat (MSG) : kelainan hati, trauma, hipertensi, stress, emam tinggi, mempercepat proses penuaan, alergi kulit, mual, muntah, migren, asma, ketidakmampuan belajar, dan depresi. Logisnya hal yang tidak bisa diterima oleh tubuh manusia seperti zat-zat sintetik tidak akan memberikan kemanfaatan bagi tubuh kita. Lantas apa yang akan terjadi apabila kita terus-menerus mengkonsumsi bahan tambahan makanan tersebut.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *