Cara masak

Cara Memasak Mempengaruhi Proses Pencernakan

Cara masakCara masak juga akan mempengaruhi proses pencernaan, ketepatan cara memasak selain menghasilkan cita rasa yang baik juga akan mengoptimalkan proses penyerapan zat gizi sehingga dapat dipergunakan untuk membangun tubuh .

Cara memasak yang menyebabkan penyakit :
>> MAKAN TIDAK DIMASAK, adalah makanan yang dingin dan kurang dapat dicerna. Mencerna makanan dingin perlu lebih banyak panas dan energi perut dibanding dengan makanan hangat.
Makanan mentah jika dianalisa mengandung jumlah nutrisi yang tinggi seperti vit. C dibanding makanan yang dimasak tetapi ini tidak berarti ekstra nutrisi ini diamilasi lebih baik oleh tubuh selama proses pencernaan, makanan ini biasanya cocok pada orang tipe panas dengan kecepatan metabolisme yang tinggi dimana perutnya lebih banyak panas dan energi disbanding orang tipe dingin internal dengan kecepatan metabolisme rendah.

Contoh kasus :
1. Seorang pasien mengkhawatirkan kondisi anak perempuannya (usia 25 th) yang menjadi gugup.
Anak tersebut bercerita bahwa ia mulai makan makanan yang mentah 6 bulan yang lalu, pada saat itu saya merasa lebih baih baik dan memiliki banyak energi.
Ia memulai diet di bulan Juni pada saat musim panas, pada bulan Desember ia merasa tidak nyaman saat itu musim dingin dan ia masih mengkonsumsi makanan mentah.
Ketika di bulan Februari ia hampir tidak dapat menyesuaikan diri dengan kehidupannya, ia sangat lemah dan terus-menerus menangis jika mengalami kesulitan kecil. Ketika ia mengubah dietnya dan memasak makanannya, kesehatannya mulai pulih dan seimbang pada beberapa bulan kemudian.

2. Seorang pasien lain berusia 30 th mengeluh : “Saya merasa cuacanya dingin sekali.”
Ia sangat terkejut ketika disarankan harus berhenti makan salad dan mengubahnya dengan memasak sayurannya.
Reaksinya antara terkejut dan lega serta menyatakan : “Saya sudah mencoba makan salad setiap hari karena diberitahu bahwa salad baik untuk saya tetapi saya tidak pernah benar-benar menikmatinya.“
Saran itu membuat ia sadar bahwa ia sebenarnya lebih suka makan makanan yang hangat. Banyak orang yang mirip dengannya jika mereka peka terhadap tubuhnya, mereka akan secara alami melakukan diet yang lebih seimbang.

>> DIMASAK TERLALU MATANG akan menyebabkan kerusakan yang besar pada zat gizi sehingga makanan yang kita makan sudah terlalu sedikit atau bahkan tidak ada kandungan gizinya sama sekali.

>> DIGORENG, panas penggorengan dapat menimbulkan kerusakan mutagenik pada minyak goreng, karena minyak goreng merupakan penghantar panas.
Apalagi jika yang di goreng berupa protein dan tepung yang akan menimbulkan kombinasi yang berat sebagai pemicu munculnya lendir tubuh yang jika terlalu banyak berada dalam darah dan jaringan otot serta kelenjar getah bening akan menyebabkan hambatan sebagai sumber terbesar berbagai macam penyakit berat seperti stroke, diabetes, asam urat, jantung koroner dan lainnya sebagai hasil persoalan metabolik.
Pemasakan biji-bijian dengan dikukus, ditumis dan merebus dapat menonaktifkan tripsin inhibitor, penghambat kerja enzim yang bisa membantu pencernaan protein, dengan demikian kerja mencerna protein berjalan lancar.
Dan cara memasak tersebut akan memperkecil tingkat kerusakan akibat panas pemasakan.

– DIMASAK BERULANG-ULANG, disamping akan menyebabkan makanan kehilangan gizi juga fermentasi yang terjadi selama makanan dibiarkan selama beberapa hari amat membahayakan tubuh jika dikomsumsi terus menerus.
Fermentasi akan menimbulkan gula sehingga makanan berasa manis atau akan menimbulkan lendir pada makanan yang jika dipanasi lagi menjadi tidak begitu terlihat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *