Artikel Kesehatan

Fungsi Retikulum Endoplasma Halus dan Kasar pada Manusia

Fungsi retikulum endoplasma dapat dibedakan sesuai jenisnya, yaitu retikulum endoplasma halus dan kasar. Kedua jenis organel sel ini berperan dalam menghasilkan zat yang berbeda untuk kebutuhan tubuh.

Sel manusia terdiri dari membran sel, inti sel, sitoplasma, dan beragam organel yang bekerja seperti organ-organ dalam tubuh. Salah satu contoh organel sel tersebut adalah retikulum endoplasma (RE).

Dibandingkan dengan organel sel lainnya, retikulum endoplasma memiliki ukuran paling besar dan fungsi khusus yang beragam. Untuk memahami fungsi retikulum endoplasma lebih jauh, ketahui jenis dan perannya masing-masing.

Jenis-Jenis Retikulum Endoplasma

Sebelum membahas fungsi retikulum endoplasma, sebaiknya ketahui dulu kedua jenis retikulum endoplasma, yaitu retikulum endoplasma halus dan retikulum endoplasma kasar. Berikut ini adalah penjelasannya:

Retikulum Endoplasma (RE) Halus

Jenis retikulum endoplasma ini memiliki lapisan luar sel yang halus karena tidak terdapat atau tertutupi oleh ribosom, yaitu organel sel yang menghasilkan protein. Retikulum endoplasma halus berbentuk seperti pipa yang meliuk-liuk.

Retikulum Endoplasma (RE) Kasar

Berbeda dengan jenis sebelumnya, retikulum endoplasma kasar memiliki ribosom di lapisan luarnya sehingga terlihat kasar. Jenis retikulum endoplasma ini terletak berdekatan dengan inti sel (nukleus) dan bagian pangkalnya berhubungan dengan selubung nukleus.

Berbagai Fungsi Retikulum Endoplasma

Secara garis besar, fungsi retikulum endoplasma adalah memproses dan memindahkan molekul yang dihasilkan oleh sel, baik ke dalam maupun ke luar sel.

Fungsi khusus retikulum endoplasma juga untuk menghasilkan zat tertentu agar sel dapat beraktivitas secara normal. Perannya tersebut dapat dibedakan berdasarkan jenisnya, yaitu:

Menghasilkan lemak dan karbohidrat

Retikulum endoplasma halus berfungsi untuk sintesis lemak, seperti fosfolipid dan kolesterol, serta karbohidrat, yang akan digunakan untuk menghasilkan membran sel baru.

Fosfolipid dipakai untuk membangun membran sel agar terhindar dari paparan zat bahaya dari luar sel, sedangkan karbohidrat diperlukan sebagai sumber energi untuk sel. Selain itu, retikulum endoplasma halus juga berperan dalam mengontrol dan menyimpan ion kalsium yang penting untuk sistem saraf dan sistem otot.

Menghasilkan protein

Fungsi utama retikulum endoplasma kasar adalah untuk membuat dan menghasilkan protein, sehingga dapat digunakan oleh sel. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya ribosom pada retikulum endoplasma ini.

Nantinya, protein yang telah dihasilkan oleh retikulum endoplasma kasar akan diteruskan ke aparatus golgi, yaitu organel sel yang membantu perpindahan molekul keluar sel.

Pada intinya, retikulum endoplasma merupakan organel sel yang terdiri dari dua jenis, yaitu retikulum endoplasma halus dan kasar. Retikulum endoplasma halus tidak memiliki ribosom, sedangkan retikulum endoplasma kasar memiliki ribosom.

Dari fungsinya, retikulum endoplasma halus berguna untuk pembentukan lemak dan karbohidrat, sedangkan retikulum endoplasma kasar berfungsi untuk membentuk protein.

Perlu Anda ketahui bahwa retikulum endoplasma dapat mendorong terjadinya kerusakan sel akibat paparan radikal bebas yang terjadi secara terus-menerus. Kerusakan sel tesebut dapat mengakibatkan sel pecah atau tumbuh di luar kendali.

Beberapa contoh kerusakan sel yang dapat terjadi adalah tumbuhnya tumor dan kanker serta timbulnya gangguan pada fungsi organ tubuh, seperti pada hati dan jantung.

Oleh karena itu, jika merasakan gejala adanya gangguan kesehatan, sebaiknya konsultasikan kondisi tersebut ke dokter untuk memperoleh diagnosis yang tepat.

 

Sumber : Alodokter.com

Dilihat : 213 kali

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button