
Pentingnya Kontak Mata dan Suara Saat Melakukan Pijat Bayi
Pijat bayi bukan hanya sekadar aktivitas memberikan sentuhan pada tubuh bayi. Kegiatan ini juga menjadi momen interaksi yang melibatkan sentuhan, penglihatan, pendengaran, serta hubungan emosional antara bayi dan orang tua. Saat orang tua melakukan pijat dengan penuh perhatian, bayi merasakan kehangatan dan kedekatan yang mendukung proses tumbuh kembangnya.
Kontak mata menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi awal antara bayi dan orang tua. Orang tua dapat menciptakan rasa aman melalui tatapan mata yang lembut selama proses pijat berlangsung. Tatapan tersebut juga membantu orang tua memahami respons bayi, seperti ekspresi wajah, gerakan tubuh, atau tanda ketika bayi merasa nyaman maupun membutuhkan jeda.
Selain kontak mata, suara orang tua juga memberikan pengaruh dalam menciptakan suasana pijat yang nyaman. Orang tua dapat berbicara dengan nada lembut, bersenandung, atau menyanyikan lagu sederhana ketika memijat bayi. Suara yang familiar membantu bayi mengenali kehadiran orang tua dan membuat suasana interaksi terasa lebih dekat.
Sentuhan, kontak mata, dan suara yang hadir secara bersamaan menciptakan pengalaman pijat bayi yang lebih bermakna. Orang tua tidak hanya melakukan teknik pijatan, tetapi juga membangun komunikasi emosional melalui perhatian dan kasih sayang. Interaksi sederhana tersebut dapat memperkuat hubungan antara bayi dan pengasuh sekaligus mendukung perkembangan sosial dan emosional bayi.
Karena itu, orang tua sebaiknya tidak hanya memperhatikan gerakan pijatan, tetapi juga menghadirkan interaksi selama proses berlangsung. Senyuman, tatapan mata, dan suara lembut dapat menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman pijat bayi yang positif (Norman & Roggman, 2024).
Disarikan dari buku Pijat Pediatrik Holistik: Fokus Pijat Bayi dan Anak.
Sumber gambar: Google
Dilihat: 3 kali



