gemuk-dan-kurus

Penyebab Ketidaksuburan Pada Wanita

oleh : Ummu Faiz Abdullah Am,Keb Akp CI. CHT

Wanita yg sedang program kehamilan dengan tubuh yang terlalu kurus atau terlalu gemuk dapat menimbulkan gangguan pada proses ovulasi. dikarenakan obesitas atau kegemukan menurut sebuah penelitian 12 % diantara masalah ketidak suburan justru karena masalah berat badan, terlalu kurus atau gemuk sangat mempengaruhi kesuburan pada pria ataupun wanita. Berdasarkan penelitian pula seorang wanita membutuhkan berat badan dengan kandungan lemak dalam tubuhnya 17-21 persen agar proses ovulasi dapat berjalan secara teratur. Wanita yang terlalu kurus atau terlalu gemuk yang siklus haidnya tidak teratur akan menjadi lebih teratur dan subur dengan cara memperbaiki berat badannya. artinya kondisi hormonpun terganggu, idealnya ya tidak terlalu kurus atau tidak terlalu gemuk.

 

# Terlalu Kurus
Wanita yang terlalu kurus pada umumnya sering mengalami gangguan pada siklus menstruasi, misalnya saja atlet maraton, penari balet, model, maupun wanita yang mengalami penurunan berat badan drastis secara mendadak. Hal ini dapat dimengerti sebab fungsi lemak antara lain adalah melancarkan metabolisme tubuh seseorang.

# Kegemukan (obesitas)

Wanita dengan timbunan lemak bisa mengganggu kinerja organ tubuhnya, termasuk organ reproduksi itu sendiri. Tingginya kadar kolesterol akan mengacaukan keseimbangan hormon sehingga berdampak pada terganggunya siklus menstruasi, haid kadang terlambat datang, atau bahkan sama sekali tidak datang dalam beberapa bulan meskipun tidak hamil. Bisa juga sebaliknya, menstruasi secara terus menerus keluar tetapi tidak teratur. Padahal, jika siklus menstruasi tidak teratur akan sulit melakukan perhitungan pematangan sel telur, ovulasi tidak dapat dideteksi dengan tepat, sedangkan melakukan hubungan seksual diluar masa ovulasi sangat kecil peluangnya untuk terjadi pembuahan.

Sementara pria pria yang terlalu gemuk memiliki tumpukan lemak dimana-­mana, daerah bagian atas kemaluan (pubis) salahsatunya. Penumpukan lemak di daerah ini mengakibatkan penis tampak kecil dan lebih pendek. Sehingga membatasi kontak saat berhubungan seksual. Selain itu, kegemukan juga memperngaruhi kadar hormon testosteron. Sebagaimana diketahui, bahwa hormon testosteron bertanggung jawab dalam perkembangan organ reproduksi, seperti munculnya penanda seks sekunder pria sebelum masa puber, keberlangsungan pembetukan sperma, dan mempertahankan fungsi seksual pria setelah masa puber tersebut.

,…nah inilah tips penanganannya

– bila gemuk :
> olahraga kardiovaskular
> teh detoks
> hindari lemak
> hindari stress
> konsumsi madu + jeruk nipis

– kurus :
> gamat
> susu kambing
> rebusan telur ayam kampung
> olahraga anaerobic

Selanjutnya setelah ideal BB maka promil bisa berjalan sesuai treahment, namun tetap tawakkal dan berdoalah karena mutlak hanya Allah jualah pemilik kesempurnaan hidup ini semua.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *