Artikel Kesehatan

Penyebab Mata Kering dan Gatal

Penyebab mata kering dan gatal perlu dikenali agar keluhan ini dapat ditangani dengan tepat. Jika dibiarkan, mata kering dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, seperti perih, gatal, hingga penglihatan buram. Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko terjadinya iritasi dan infeksi pada mata.

Mata kering terjadi ketika produksi air mata berkurang atau kualitasnya menurun, sehingga permukaan mata tidak mendapatkan kelembapan yang cukup. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja dan dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kebiasaan sehari-hari, paparan lingkungan, hingga kondisi kesehatan tertentu.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui berbagai penyebab mata kering agar penanganannya dapat disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya.

Berbagai Penyebab Mata Kering dan Gatal yang Paling Umum

Ada beberapa penyebab mata kering yang penting untuk Anda ketahui agar dapat melakukan pencegahan secara tepat, yaitu:

1. Paparan layar digital terlalu lama

Terlalu lama menatap layar komputer, ponsel, atau tablet merupakan salah satu penyebab mata kering yang paling sering terjadi. Hal ini karena penggunaan perangkat digital dalam waktu lama membuat frekuensi berkedip berkurang.

Padahal, berkedip berfungsi menyebarkan air mata ke seluruh permukaan mata agar tetap lembap. Jika frekuensi berkedip menurun, mata akan lebih cepat mengering dan menimbulkan keluhan, seperti perih, terasa mengganjal, atau tidak nyaman. Kondisi ini juga sering dikaitkan dengan digital eye strain.

2. Lingkungan ber-AC, angin, atau polusi

Paparan udara dari AC, kipas angin, maupun angin secara langsung dapat membuat air mata lebih cepat menguap, sehingga mata menjadi kering. Selain itu, paparan debu, asap kendaraan, dan polusi udara juga dapat mengiritasi permukaan mata serta mengganggu kestabilan lapisan air mata.

Akibatnya, mata dapat terasa perih, gatal, merah, atau seperti mengganjal, terutama setelah berada di ruangan ber-AC atau lingkungan berpolusi dalam waktu lama.

3. Usia lanjut

Seiring bertambahnya usia, fungsi kelenjar air mata akan menurun secara alami, sehingga produksi air mata menjadi lebih sedikit. Akibatnya, permukaan mata lebih mudah kehilangan kelembapan dan rentan mengalami mata kering. Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang berusia di atas 50 tahun, baik pria maupun wanita.

4. Penggunaan lensa kontak

Penggunaan lensa kontak, terutama dalam waktu yang terlalu lama atau tidak sesuai aturan, dapat mengganggu kelembapan alami mata. Hal ini karena lensa kontak dapat mengurangi kestabilan lapisan air mata, sehingga mata lebih mudah terasa kering.

Risiko mata kering juga meningkat jika lensa kontak dipakai saat tidur, melebihi waktu yang dianjurkan, atau digunakan di lingkungan ber-AC maupun berdebu.

5. Sering terpapar asap rokok

Paparan asap rokok, baik pada perokok aktif maupun perokok pasif, dapat mengiritasi permukaan mata dan mengganggu kualitas lapisan air mata. Akibatnya, air mata lebih cepat menguap sehingga mata menjadi kering, perih, atau merah.

Risiko mata kering akibat asap rokok cenderung lebih tinggi pada anak-anak, ibu hamil, serta orang yang sering berada di lingkungan dengan paparan asap rokok.

6. Menggunakan makeup mata yang tidak dibersihkan dengan benar

Sisa makeup mata, seperti maskara, eyeliner, atau eyeshadow, yang tidak dibersihkan dengan baik dapat menumpuk di tepi kelopak mata. Kondisi ini berisiko menyumbat kelenjar minyak pada kelopak mata yang berfungsi menjaga kestabilan lapisan air mata.

Akibatnya, air mata lebih cepat menguap sehingga mata menjadi kering. Selain itu, penumpukan sisa makeup juga dapat memicu iritasi atau meningkatkan risiko infeksi pada mata.

7. Perubahan hormon

Perubahan hormon, terutama pada wanita selama kehamilan, menyusui, atau menopause, dapat memengaruhi produksi dan kualitas air mata. Akibatnya, kelembapan mata berkurang sehingga lebih mudah terasa kering, perih, atau tidak nyaman.

Oleh karena itu, mata kering menjadi salah satu keluhan yang sering dialami wanita pada masa-masa tersebut.

8. Efek samping obat-obatan

Beberapa jenis obat dapat mengurangi produksi air mata sehingga menyebabkan mata kering sebagai efek samping. Obat yang diketahui dapat memicu kondisi ini, antara lain antihistamin, dekongestan, antidepresan, pil KB, dan obat untuk mengatasi tekanan darah tinggi.

Jika mata terasa kering setelah mengonsumsi obat-obatan tersebut, sebaiknya konsultasikan ke dokter agar penyebabnya dapat dipastikan dan penanganan yang sesuai dapat diberikan.

9. Kondisi medis tertentu

Beberapa kondisi medis dapat mengganggu produksi atau kualitas air mata sehingga menyebabkan mata kering. Salah satunya adalah sindrom Sjögren, yaitu penyakit autoimun yang menyerang kelenjar air mata dan kelenjar air liur.

Selain itu, diabetes, gangguan tiroid, dan alergi pada mata juga dapat meningkatkan risiko mata kering. Alasannya, karena berbagai kondisi ini dapat memengaruhi fungsi kelenjar air mata atau menyebabkan peradangan pada permukaan mata.

10. Prosedur medis

Beberapa prosedur medis pada mata, seperti operasi LASIK, dapat memengaruhi saraf yang berperan dalam produksi air mata, sehingga mata menjadi lebih kering. Selain itu, terapi radiasi di area kepala atau leher, misalnya untuk pengobatan kanker, juga dapat merusak kelenjar air mata dan mengurangi produksi air mata.

Keluhan mata kering akibat kondisi ini bisa bersifat sementara maupun menetap, tergantung pada penyebab dan kondisi masing-masing individu.

Cara Mencegah dan Mengatasi Mata Kering

Mata kering tidak selalu dapat dicegah, terutama jika dipicu oleh pertambahan usia atau kondisi medis tertentu. Namun, Anda dapat mengurangi risikonya dengan menerapkan beberapa langkah berikut:

  • Istirahatkan mata secara berkala saat menggunakan perangkat digital, misalnya dengan menerapkan aturan 20-20-20, yaitu mengalihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki (6 meter) selama 20 detik setiap 20 menit.
  • Hindari paparan udara dari AC, kipas angin, atau pengering rambut yang mengarah langsung ke mata.
  • Gunakan lensa kontak sesuai aturan pakai serta jaga kebersihan lensa kontak dan tempat penyimpanannya.
  • Bersihkan makeup mata hingga benar-benar bersih sebelum tidur dan hindari menggunakan produk kosmetik yang sudah kedaluwarsa.
  • Perbanyak minum air putih agar kebutuhan cairan tubuh tetap tercukupi.

Penanganan mata kering perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Pada kasus yang ringan, keluhan umumnya dapat diatasi dengan menggunakan tetes mata buatan (artificial tears), mengurangi paparan faktor pemicu, serta mengistirahatkan mata secara berkala saat menggunakan perangkat digital.

Jika mata kering disebabkan oleh penggunaan obat tertentu atau kondisi medis, seperti diabetes, gangguan tiroid, atau sindrom Sjögren, dokter akan menangani penyebab yang mendasarinya agar keluhan dapat membaik.

Bila tidak ditangani dengan tepat, mata kering tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga dapat menyebabkan beberapa gangguan kesehatan berikut:

  • Iritasi dan kemerahan pada mata
  • Infeksi akibat menurunnya fungsi pelindung air mata
  • Gangguan penglihatan sementara, seperti pandangan menjadi kabur
  • Luka pada permukaan kornea

Segera periksakan diri ke dokter jika mata kering tidak kunjung membaik meski sudah melakukan perawatan mandiri, atau jika keluhan disertai nyeri hebat, mata sangat merah, keluar cairan, sensitif terhadap cahaya, maupun gangguan penglihatan.

 

Sumber artikel: Alodokter.com

Sumber gambar: Google

Dilihat: 1 kali

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button