
Terapi Bekam Untuk Penderita Diabetes
Ada beberapa penderita diabetes yg bertanya kepada kami : “Pak Rahmat, bolehkah penderita diabetes dibekam? Amankah?”
Inilah jawabannya :
Pembekaman adalah mekanisme yang menimbulan reaksi berantai dan diawali dengan kerusakan mast cells pada kulit. Akibat kerusakan ini akan dilepaskan beberapa mediator seperti serotonin, histamine, bradikinin, serta zat-zat lain yang belum diketahui. Zat-zat ini menyebabkan terjadinya pelebaran dinding pembuluh kapiler bahkan sampai di tempat yang jauh dari pembekaman.
Ini menyebabkan terjadinya perbaikan mikrosirkulasi pembuluh darah sehingga diduga dapat memperbaiki aliran darah di daerah tepi misalnya pada kaki. Bekam terbukti dapa memperbaiki elastisitas dinding sel darah merah sehingga dapat meningkatkan kinerjanya mengantar oksigen pada sel.
Pengaruh bekam pada sistem endokrin (kelenjar buntu) langsung pada sistem pusat yaitu hipothalamus dan hipofisis anterior (depan) yang menghasilkan hormon-hormon ACTH, GH, TSH dan FSH-LH. Sedangkan melalui sistem perifer (tepi) langsung berefek pada pankreas untuk menghasilkan hormon insulin.
Jadi, proses perbaikan sel pankreas dapat terjadi apabila bekam dilakukan pada titik-titik (meridian), dimana titik ini akan bekerja langsung pada sistem endokrin dan perbaikan metabolisme. Titik yang berpengaruh kuat pada pengaturan kerja hormon adalah kahil.
Titik kahil merupakan bagian tubuh paling lemah dari seluruh peredaran darah tubuh sehingga menjadi tempat untuk pengendapan zat berbahaya serta sel rusak di dalam tubuh. Di titik ini juga terdapat jalur meridian yang sangat penting, yaitu titik DU 14, letaknya pada ruas tulang belakang servikal ketujuh (C7-8) Titik ini mengatur produksi hormon di dalam tubuh yang oleh para ilmuan barat dan penelitian pengobatan aternative disebut titik hormon. Selain titik kahil, pembekaman di area punggung setinggi kelenjar pankreas juga dianjurkan.
Pada pembekaman, tubuh akan menghasilkan zat nitrit oksida (NO) yang terbentuk oleh cedera atau peradangan yang terjadi akibat penyayatan dengan alat bekam. Zat ini bertanggung jawab reparasi kondisi kesehatan yang terjadi setelah berbekam, karena ia memiliki beberapa fungsi, diantaranya :
Melebarkan pembuluh darah (vasodilatation), mengirimkan zat penenang alami seperti endorfin dan enkefalin, mengirimkan faktor-faktor pertumbuhan dan pembelahan sel (proliferation), membentuk pembuluh darah yang baru (angiogenesis) mengurangi pembengkakan (edema) yang menyertai cedera, meningkatkan pasokan nutrisi melalui pembuluh darah kapiler dan arteri keseluruh jaringan tubuh. Nitrit oksida ini selanjutnya secara bertahap akan memperbaiki fungsi organ pencernaan, pernafasan, saraf, kelenjar hormon, dan lain-lain.
Bekam memacu pembentukan sel reticulo endothelial, yang akan meninggikan daya resistensi (daya tahan) dan imunitas (kekebalan) tubuh. Hal ini sesuai dengan riset bekam yang pernah saya lakukan dan didapat fakta bahwa 15 hari setelah pembekaman terjadi peningkatan jumlah sel makrofag dari 18 menjadi 65. Dan peningkatan jumah sel Limfosit T dari 34 menjadi 63. Makrofag dan Limfosit T CD8+ adalah pasukan kekebalan tubuh untuk membunuh kuman tinggkat tinggi yaitu virus dan kanker.
Umumnya pasien diabet pernah mengalami kondisi emosi negatif yang meliputi sedih, apatis, frustasi, reaktif, marah bahkan cenderung menyakiti dirinya sendiri, Emosi negatif ini dapat mengatifkan hormon-hormon penghasil glukosa dalam tubuh. Jadi pada pasien diabet, bila tidak dapet mengendalikan emosinya maka gula darahnnya akan terus menaik bahkan sampai syok.
Tubuh memiliki sistem meridian, yaitu jalur-jalur yang menghubungkan antara kulit dan organ-organ. Jalur meridian ini mengandung energi. Titik-titik tersebut bisa dirangsang dengan mengunakan beberapa cara, misalnya dengan tekanan jari (akupresur), suhu panas, maupun bekam. Seseorang ilmuan jerman, Johan Opeli, telah membuktikan bahwa stimulasi pada titik-titik meridian dengan bekam dapat mencapai 10 lipat efeknya dibandingkan dengan mengunakan jarum akupuntur.
Bekam menstimulasi pelepasan endorfin dan enkefalin yang berperan mengurangi kepekaan (sensitifitas) terhadap nyeri. Kedua zat ini di lepaskan karena terjadinya nyeri ringan seperti misalnya akibat isapan dan sayatan alat bekam. Pelepasan zat tersebut akan berkurang apabila kondisi kejiwaan memburuk misalnya karena sedih, pesimis, frustasi, dan sebagainya. Oleh karenanya selain dengan bekam perlu juga pengendalian emosi dari pasien agar normalisasi penyakit diabet menjadi keniscayaan, Insya Allah.
NOTED :
> terapi bekam dengan yang sudah terdaftar anggota Asosiasi Bekam Indonesia (ABI)
> sudah terdaftar diDINKES dengan adanya STPT ditempat prakteknya
> berpengalaman lebih dari 5 tahun
> sudah menangani pasien diatas 10 ribu
> mengikuti pelatihan bekam berstandar LKP ABI / DIKNAS min 10 kali
> faham anatomi tubuh (karena hijamah penderita diabet titiknya diprankreas, liver dan ginjal,..
> mengerti patofisiologi penyakit dasar minimal
> pembekam akhwat oleh akhwat !
> tegak diagnosa dan mengerti kondisi psikologis sang pasien,..
wallahu alamu,…
www.rumahsehatherbaholistic.com
Repost 23 Desember 2014



