Terapi Bekam Untuk Penderita Gastritis

Gastritis adalah kondisi yg ditandai dengan radang atau iritasi pada lapisan perut. Selain disebabkan oleh mengonsumsi alkohol yg berlebihan, stress, kafein, rokok, penggunaan obat-obatan tertentu seperti aspirin dsbnya, gastritis juga bisa disebabkan oleh bakteria Helicobacter Pylori, “bile reflux” dan kontaminasi kuman. Gejala² nya antara lain :
-Nyeri pada bagian epigastrium (ulu hati).
-Mual
-Muntah
-Sesak nafas
-Sakit dada dsbya.

Pengobatan modern biasanya dengan pemberian obat-obatan antacid, antibiotik, antihistamine dsbnya. Gastritis jika tidak diobati bisa meningkatkan risiko ulcer, pendarahan dan kanker.

Di antara pengobatan alternatif yg efektif untuk mengontrol gastritis adalah BEKAM. Pada tahun 2013, satu penelitian telah dilakukan di Indonesia oleh ita et al (universiti Udahan, Bali) kepada 73 org penderita gastritis dengan keluhan utama nyeri pada bagian epigastrium (ulu hati). Sebelum terapi bekam dilakukan, nyeri rata-rata diukur melalui Numerical Rating Scale/NRS) pada skala 6. Setelah dibekam kering satu sesi (6 titik di bagian abdomen/perut), rata-rata nyeri berkurangan menjadi 3. Data ini diuji dengan menggunakan Paired t Test dengan tangan kepercayaan mencapai 95%(P <0.005).

Bagaimana kemungkinan mekanisme² bekam terlibat dlm mengurangi skala nyeri pada gastritis?

-Tekanan negatif (penghisapan) menyebabkan kerusakan pada sel² mast sehingga dilepaskan histamin, serotonin, bradykinin, slow reacting substances (SRS) & zat² yg blm diketahui, menyebabkan melebarnya ukuran pembuluh² darah (dilatasi) kapiler & arteriol setempat (tempat dipasang gelas bekam) dan pada radius 10 cm. Ini mendorong lebih banyak darah yg kaya oksigen & nutrisi berkumpul pada bagian kulit yg dihisap & sekitarnya sekaligus menimbulkan sensasi relaksasi yg membantu mengurangi level nyeri.
-Penghisapan kulit juga menyebabkan lebih banyak penghantaran signal tekanan melalui serat saraf AB (serat saraf besar) melalui “gate pain” pada korda spinalis (merupakan bagian utama dari sistem saraf pusat yang melakukan impuls saraf sensorik dan motorik dari dan ke otak) sekaligus menutup signal sakit yg dihantar melalui serat saraf C yg lebih kecil yg melalui “gate pain” yg sama. Selain pengaruh kerusakan sel² mast, “pain gate theory” menjelaskan bagaimana tingkat nyeri akibat gastritis bisa menurun ketika kulit diberikan tekanan negatif (isapan gelas bekam). Lebih sederhananya, manipulasi serat saraf AB yg lebih besar pada “gate pain” di korda spinal melalui bekam berhasil mengurangi tingkat nyeri dengan menghalangi penghantaran lebih banyak signal nyeri melalui pintu yg sama. Jika dilakukan bekam kering + dilukai (bekam darah) sudah tentu efek terapeutik lebih baik bisa tercapai.
-Substance P yg biasanya menajamkan sensasi nyeri boleh disingkirkan melalui bekam darah.
-Bukan itu saja bekam darah juga berupaya menyingkirkna materi² penyebab penyakit yg berkaitan dgn gastritis melalui penyingkiran hormon gastrin, acetaldehyde (by-product alkohol), kafein, hormon cortisol berlebihan (stress) dsbnya.
-Pelepasan hormon endorphin pada reseptor² opiod membuat sensasi relaksasi yg mengurangi tahap nyeri pada gastritis.

Ditulis oleh Tuan Guru Medic Sabri.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *