
TINJAUAN ANATOMI DAN FISIOLOGI BAYI
Memahami anatomi dan fisiologi bayi merupakan dasar penting dalam melakukan pijat bayi secara aman dan efektif. Tubuh bayi bukanlah miniatur tubuh orang dewasa karena berbagai sistem organ masih dalam tahap perkembangan yang pesat.
1. Kulit Bayi dan Sensitivitas Taktil
Kulit bayi memiliki stratum korneum yang lebih tipis, terutama pada bayi prematur, serta fungsi pelindung kulit yang belum sepenuhnya matang. Rasio luas permukaan kulit terhadap berat badan yang lebih besar membuat bayi lebih mudah kehilangan panas dan lebih mudah menyerap zat melalui kulit.
Kulit bayi memiliki reseptor taktil seperti korpuskel Meissner dan sel Merkel yang sensitif terhadap sentuhan ringan, tekanan, dan tekstur. Karena itu, sentuhan menjadi salah satu rangsangan sensorik yang penting dalam memberikan stimulasi dan kenyamanan pada bayi.
2. Respons Hormonal terhadap Sentuhan
Sentuhan yang lembut dan penuh perhatian dapat memicu respons hormonal pada bayi. Pijat dikaitkan dengan penurunan kadar kortisol, yaitu hormon yang berkaitan dengan stres, serta peningkatan oksitosin, yang berhubungan dengan rasa tenang, kenyamanan, dan keterikatan sosial.
Respons tersebut turut mendukung hubungan emosional antara bayi dan pengasuh.
3. Sirkulasi Darah dan Limfatik
Pijat bayi memberikan stimulasi mekanis yang lembut pada pembuluh darah dan kapiler di bawah kulit sehingga dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah lokal. Aliran darah yang baik mendukung pengiriman oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh.
Gerakan pijat yang ritmis juga dapat memberikan stimulasi terhadap sistem limfatik, yang berperan dalam pengangkutan sel kekebalan tubuh dan pembuangan produk sisa metabolisme.
Disarikan dari buku Pijat Pediatrik Holistik: Fokus Pijat Bayi dan Anak.
Ingin Memesan Buku Pijat Pediatrik Holistik?
Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai layanan pijat pediatrik holistik untuk buah hati Anda, Silakan klik link berikut melalui WhatsApp: 0857-5941-500108
Dilihat: 70 kali



