Artikel Kesehatan

Manfaat Bone Broth untuk Kesehatan

Manfaat bone broth untuk kesehatan badan sangat banyak. Bone broth semakin populer sebagai pelengkap menu sehat berkat berbagai klaim manfaatnya untuk kesehatan sendi, pencernaan, hingga daya tahan tubuh. Kaldu tulang ini bahkan kerap dijuluki sebagai “superfood”. Namun, apakah semua manfaat tersebut benar-benar didukung oleh bukti ilmiah?

Bone broth adalah kaldu yang dibuat dengan merebus tulang sapi, ayam, atau ikan dalam waktu lama, bahkan bisa mencapai sehari semalam. Proses perebusan yang panjang ini bertujuan untuk mengekstrak kolagen, mineral, serta asam amino dari tulang dan jaringan ikat ke dalam air, sehingga menghasilkan cairan yang kaya nutrisi.

Banyak orang mengonsumsi bone broth untuk membantu meningkatkan nafsu makan, mendukung pemulihan setelah sakit, atau sekadar melengkapi asupan nutrisi harian. Meski terbuat dari bahan alami dan tampak menjanjikan, penting untuk tetap memahami fakta medis serta memperhatikan keamanannya.

Manfaat Bone Broth untuk Kesehatan

Bone broth dipercaya membawa berbagai manfaat bagi kesehatan, terutama jika dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai potensi manfaatnya:

1. Menyediakan protein kolagen

Kaldu tulang mengandung kolagen, yaitu protein utama yang terdapat pada tulang, kulit, dan jaringan ikat hewan. Melalui proses perebusan yang lama, kolagen akan terurai menjadi gelatin yang lebih mudah diserap oleh tubuh.

Kolagen dan gelatin ini berperan dalam menjaga elastisitas kulit, mendukung kesehatan rambut dan kuku, serta membantu proses penyembuhan luka. Meski begitu, manfaat spesifiknya untuk kesehatan kulit dan sendi masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Namun, konsumsi bone broth tetap dapat menjadi bagian dari pemenuhan kebutuhan protein harian.

2. Membantu memenuhi kebutuhan mineral

Proses perebusan tulang dalam waktu lama memungkinkan berbagai mineral, seperti kalsium, magnesium, fosfor, dan kalium, larut ke dalam kaldu. Kandungan mineral ini berperan dalam menjaga kekuatan tulang dan gigi, mendukung fungsi otot serta saraf, dan membantu proses metabolisme energi dalam tubuh.

Meski demikian, kadar mineral dalam bone broth dapat bervariasi, tergantung pada jenis dan jumlah tulang yang digunakan, serta lamanya proses perebusan.

3. Menenangkan dan menghangatkan tubuh

Mengonsumsi bone broth dalam keadaan hangat dapat memberikan sensasi nyaman dan menenangkan, serta membantu meningkatkan nafsu makan. Hal ini terutama terasa saat Anda sedang demam, pilek, atau dalam masa pemulihan setelah sakit.

Selain itu, kaldu tulang cenderung mudah dicerna, sehingga cocok dikonsumsi oleh orang yang sulit makan atau membutuhkan asupan cairan dan nutrisi ringan. Meski efek ini bersifat subjektif, bone broth memang telah lama digunakan sebagai pilihan makanan pemulihan secara tradisional.

4. Mendukung kesehatan sendi

Bone broth mengandung asam amino, seperti prolin dan glisin, yang berperan dalam pembentukan jaringan ikat, termasuk tulang rawan dan ligamen. Selain itu, kandungan gelatin di dalamnya dipercaya dapat membantu menjaga pelumasan sendi serta mengurangi ketidaknyamanan pada sendi.

Sejumlah penelitian awal menunjukkan bahwa konsumsi gelatin berpotensi membantu meredakan nyeri ringan pada penderita osteoartritis. Namun, temuan ini masih memerlukan dukungan dari penelitian yang lebih besar untuk memastikan efektivitasnya.

5. Mendukung kesehatan pencernaan

Kandungan gelatin dalam bone broth diketahui dapat membantu melapisi dan memperkuat dinding saluran cerna. Hal ini berpotensi bermanfaat bagi orang yang sering mengalami gangguan pencernaan, seperti perut kembung atau nyeri setelah makan.

Selain itu, gelatin juga dapat membantu proses pencernaan dengan mengikat air di dalam saluran cerna, sehingga pergerakan makanan menjadi lebih lancar. Meski demikian, manfaat langsungnya terhadap kesehatan usus pada manusia masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Cara Membuat Bone Broth

Bone broth dapat dibuat sendiri di rumah dengan bahan sederhana dan cara yang mudah. Berikut langkah-langkah membuat bone broth agar hasilnya kaya rasa dan nutrisi:

  • Pilih tulang sapi, ayam, ikan, atau kambing yang masih segar dan berkualitas.
  • Cuci bersih tulang, lalu rebus sebentar untuk menghilangkan kotoran. Buang air rebusan pertama.
  • Masukkan tulang ke panci berisi air baru secukupnya.
  • Tambahkan rempah seperti bawang putih, bawang bombay, jahe, daun salam, seledri, atau wortel sesuai selera.
  • Tambahkan sedikit cuka apel agar mineral lebih mudah larut ke dalam kaldu.
  • Rebus dengan api kecil selama 6–24 jam agar sari tulang keluar maksimal. Buang buih dan lemak yang mengapung sesekali.
  • Saring kaldu setelah matang, lalu simpan di wadah tertutup dalam kulkas atau freezer.

Bone broth dapat menjadi pelengkap nutrisi harian, terutama jika diolah dari bahan berkualitas tanpa tambahan garam atau penyedap buatan secara berlebihan. Meski mengandung beberapa zat gizi, bone broth tidak dapat menggantikan kebutuhan utama tubuh akan protein, vitamin, dan mineral yang sebaiknya diperoleh dari makanan lain, seperti daging, ikan, telur, atau susu.

Selain itu, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang kuat bahwa bone broth mampu menyembuhkan penyakit kronis, seperti arthritis, secara signifikan meningkatkan daya tahan tubuh, atau mempercepat pemulihan berat badan. Manfaat yang dirasakan umumnya bersifat suportif, bukan sebagai terapi utama.

Jika Anda memiliki riwayat alergi, sedang hamil, atau memiliki kondisi medis tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsinya secara rutin. Perlu diingat, tidak ada satu jenis makanan pun yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan gizi tubuh.

 

Sumber artikel: Alodokter.com

Sumber gambar: Google

Dilihat: 1 kali

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button