
Terapi Detoks Dengan Berbekam
Bekam memang metode pengobatan yang unik dalam pandangan medis modern. Proses terapi bekam memang berbeda dengan gaya medis konvensional yang lebih menawarkan pemberian obat-obatan farmasi, injeksi, atau bedah dengan peralatan serba wah.
Dalam bekam, terjadi penghisapan darah stagnan dengan memakai alat cupping. Terapi ini telah dikenal sejak zaman Nabi Muhammad. Ini yang lain dari gaya pengobatan medis modern. Munculnya darah stagnan dalam tubuh manusia disebabkan paparan berbagai zat yang meracuni darah. Zat tersebut bisa berupa asap kendaraan, asap rokok, makanan, atau minuman tercemar radikal bebas. Efeknya, tubuh merasa sering capek, mudah lelah, masuk angin, dan keluhan lainnya. Kalau racun-racun tersebut tidak dikeluarkan, maka berpotensi munculnya berbagai penyakit di tubuh.
Bekam menjadi alternatif pengobatan. Bekam dapat mengobati diabetes, gangguan peredaran darah, penyempitan pembuluh jantung, paru-paru, dan penyakit lain. Darah yang keluar dari alat cupping bekam adalah darah yang rusak. Darah ini berpotensi untuk mengganggu kesehatan manusia. Saat darah terpapar radikal bebas, kemampuannya untuk mengangkut oksigen menjadi berkurang. Suplai oksigen ke berbagai jaringan tubuh akan terganggu. Bekam mampu melakukan proses regenerasi darah merah agar dapat berfungsi normal kembali dalam menyalurkan oksigen.
Berbekam sacara teratur sangat dianjurkan bagi orang yang tidak berpantangan dengan bekam (kontraindikasi). Fungsi organ akan kembali ke fungsi yang optimal dan terbebas dari segala macam penyakit. Ini sesuai dengan perintah Nabi bahwa bekam bisa menyembuhkan banyak jenis penyakit.
Yuk ah sahabat sahabat FB kita berbekam…!
Repost dari tanggal 10 Juni 2014



