TRENGGULI (Cassia fistula Linn)

Famili : Leguminosae

Nama daerah :

  • Sunda : Trangguli, bubundelan
  • Madura : Kalabur, klobor
  • Jawa : Trengguli, tengguli, klohor
  • Melayu : Kayu raja, biraksa
  • Aceh : Bak buraktha
  • Ambon : Papa pauno

Asing : Golden shower, indian laburnum

Cina   : Wing chin yi

SIFAT KIMIAWI :

Tumbuhan ini kaya kandungan kimia yang sudah diketahui antara lain :

  • Buah : saponin, tanin, gom, gula, hidroksimetil, oxymethyl-anthraquinon, asam hidrosianik, asam sitrat, pektin
  • Kulit : zat samak

EFEK FARMAKOLOGIS :

  • Tanaman ini bersifat : Rasa manis, astringent, pencahar (purgatif), penurun demam (febrifuge)

 BAGIAN  TANAMAN YANG DIGUNAKAN :

  • Akar, kulit, daun, bunga, biji dan empulur buah.

 CARA BUDIDAYA :

  • Perbanyakan tanaman dengan menggunakan biji. Pemeliharaan mudah, perlu cukup air dengan cara penyiraman yang  cukup, menjaga kelembaban dan pemupukan terutama pupuk dasar. Biasa tumbuh didaerah dingin, tetapi tumbuh juga didaerah panas. Tanaman ini menghendaki tempat yang cukup matahari atau sedikit terlindung.

UNTUK MENYEMBUHKAN :

  • KORENG, BOROK

Akar trengguli direbus, untuk membersihkan koreng, borok.

  • LUKA KARENA TEMBAKAN

Kulit trengguli direbus, untuk mencuci koreng, borok.

  • SEMBELIT

Bunga secukupnya direbus, minum airnya

  • SAKIT BATU GINJAL

Empulur (daging) berikut airnya, tambah jahe dan lada, digiling, tambah air sedikit, saring, minum.

 

Daftar pustaka TRENGGULI

  1. Petunjuk Tanaman Obat Indonesia, Kloppenburg – versteegh, CD RS. Bethesda dan Andi Offset, Yogyakarta, 1988, halaman 178.
  2. Obat Asli Indonesia, Dr. Seno Sastroamidjojo, PT Dian Rakyat, Jakarta, 1988, halaman 518.
  3. Ensiklopedia Milenium, Tumbuhan Berkhasiat Obat Indonesia,Prof. H.M. Hembing Wijayakusuma, Prestasi Insan Indonesia, Jakarta 2000, Jilid 1, hal 175
  4. Ensiklopedi Tumbuhan Obat, Samsoeri Effendi, Karya Anda, Surabaya, 1982, halaman 134.
  5. Inventaris tanaman obat, Departemen Kesehatan, Dra. Sri. Sugati Syamsuhidayat, DR. Johnny Ria Hutapea, Departemen Kesehatan, 1991, jilid I, halaman 120.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *